Welcome, Guest. Please
Login
.
Feb 9
th
, 2010, 11:18am
News:
Home
|
Help
|
Search
|
Event Calendar
|
Login
Frontside180 Forum
›
Arsip Penting
›
News dari Media Lain ( tv, radio, majalah )
‹
Previous topic
|
Next topic
›
Pages: 1
Send Topic
|
Print
Kompas (Read 1978 times)
Off Line
yK The Dreammaker
Administrator
FS180.com Owner
Don't Fu*k with me
!!!
Posts: 5641
Kompas
Sep 26
th
, 2007, 6:45pm
Jumat, 21 September 2007
Skateboard, Masih "Underground" Community
Taman Menteng! Yupp, taman ini memang baru diresmikan pemerintah beberapa tahun yang lalu. Terletak di daerah Menteng, Jakarta Pusat, ternyata taman yang pendiriannya sempat diprotes warga ini kini benar-benar sesuai fungsinya, setidaknya untuk tempat bermain kaum muda kota.
Tiap sore, banyak kaum muda ngumpul mulai dari sekadar "jjs", pacaran, makan-makan, main futsal, main voli, hingga main skateboard. Pokoknya ramai banget walaupun tamannya sebenarnya belum jadi, masih gersang, dan belum ditata indah.
Di lapangan berlantai semen, mereka yang suka futsal dilengkapi dengan gawang, dan mereka yang bermain voli juga disediakan net untuk main. Di ujung kerumunan, ada satu gerombolan kaum muda dengan fashion khas street sibuk dengan mainan mereka: skateboard.
Mereka bermain di ujung sisa lapangan. Tiap sore, anak-anak muda itu memang sepakat ngumpul bareng.
Jangan bayangkan mereka punya fasilitas bermain khusus untuk skateboard. Mereka tidak diusir pun sudah bersyukur. Di tempat lain, mereka sering diusir begitu ketahuan roda-roda papan yang mereka naiki menggerus lantai atau sering menabrak pembatas.
"Kalau di kompleks Senayan, kami sering diusir aparat keamanan karena dianggap anak-anak skateboard itu merusak lantai atau apalah gitu," kata Myrza Syaiful (28), salah satu dedengkot papan luncur di Taman Menteng yang migrasi dari Senayan.
Di Taman Menteng, pihak keamanan cenderung welcome dan masih membiarkan. Harapannya sih tentu saja membiarkan selamanya agar mereka bisa tetap bermain skateboard tanpa ada pengusiran.
Dirasa Taman Menteng cukup kooperatif, Myrza dan kawan-kawan sudah berencana membuat surat ke pemerintah daerah agar memberi izin untuk bermain di Taman Menteng. Siapa tahu, pemerintah daerah nanti berbaik hati dan bersedia membuatkan skatepark lengkap dengan peralatannya.
"Di Taman Menteng ini lantainya bagus, lampunya terang, jadi anak-anak pada betah main mulai sore hari sampai tengah malam," ujar Myrza.
Arqi Novero (21), pemain skateboard lain mengatakan, Taman Menteng sekarang menjadi pusat "pengungsian" anak-anak skateboard dari beberapa lokasi di Jakarta. "Sebagian yang bermain di sini ini pindahan dari Senayan dan Tugu Proklamasi.
Di Taman Menteng, semua kalangan berkumpul untuk sekadar saling ketemu dan bermain bersama. Mulai dari anak-anak SMA, pegawai kantoran, dosen, dokter, pebisnis, freelance, hingga bule-bule yang maniak skateboard juga memilih Taman Menteng.
"Saya pegawai di sebuah hotel, tiap saya libur kerja atau pas pulang kerja lagi suntuk, saya ke sini untuk main skateboard, asyik aja. Di sini sudah jadi tempat bermain kami, bule-bule juga sudah mulai mengenal tempat ini," kata Randy (20).
Olahraga serius
Skateboard memang asyik untuk mengisi waktu bengong. Tetapi jangan dikira skateboard itu sekadar hobi mereka yang kurang kerjaan. Di dunia internasional, skateboard sudah menjadi olahraga serius dan seperti olahraga lain, atlet skateboard juga bisa hidup dari olahraga ini.
Pemain top bisa mendapat dana dari berbagai sponsor dan dapat menjadi penghasilan menarik. Satu lagi yang tak terelakkan, kaum muda pencinta skateboard pasti dekat dengan dunia bisnis distro, clothing, dan skate shop.
Di Indonesia, sudah ada Indonesia Skateboarding Association (ISA) yang mewadahi perkumpulan ini dan rutin menyelenggarakan dan mengoordinasi berbagai event. ISA juga rutin mengeluarkan peringkat ISA yang berisi daftar para pemain skateboard top Indonesia.
Untuk main skateboard juga tidak asal. Perlu perlengkapan dan dasar-dasar teknis yang harus dikuasai agar saat meluncur tidak asal tabrak lari. Bisa benjot lho kalau enggak bisa menguasai trik-trik dengan benar.
"Bagi para pemula, kalau mau tahu gimana caranya main skateboard dengan benar, bisa langsung gabung dengan kami. Datang aja ke Taman Menteng, asal tidak malu-malu bertanya nanti banyak kawan-kawan di sini yang bisa ngasih contoh belajarnya," kata Myrza.
Tertarik? Langsung aja meluncur ke Taman Menteng dan temui mereka. (AMIR SODIKIN)
Back to top
Mohon maaf bagi yang belum di register acc membernya, maklum lagi libur lebaran...
moon maaf lahir dan batin deh
WWW
IP Logged
Off Line
yK The Dreammaker
Administrator
FS180.com Owner
Don't Fu*k with me
!!!
Posts: 5641
Re: Kompas
Reply #1 -
Oct 10
th
, 2007, 1:05pm
Sabtu, 30 Juni 2007
Nih kompas ngebahas komunitas sk8 di Palembang
ok ini cuplikan lengkapnya
"Skateboard" Jadi Teman
Olahraga Permainan yang Mengandalkan Keberanian
Palembang, Kompas - Komunitas penggemar skateboard berkembang di Palembang. Olahraga permainan yang menampilkan atraksi di atas papan luncur itu kini menjadi hobi bagi sebagian anak- anak muda Palembang.
Penggemar skateboard atau yang dikenal sebagai skaters itu berasal dari beragam kalangan, dari usia SMP sampai karyawan. Olahraga permainan itu mulai diminati di Palembang sejak tahun 1999 dengan anggota komunitas mencapai puluhan orang.
Untuk mendapatkan referensi perkembangan atraksi melompat dan meluncur di atas skateboard, para skaters banyak mempelajari dari film dan majalah-majalah dalam dan luar negeri.
Reza, skaters dari Kelompok Palembang Street Imaginator, Jumat (29/6), menuturkan, skateboard bukanlah sekadar hobi maupun gaya hidup modern. Namun, olahraga yang membutuhkan nyali ekstra seseorang untuk berani sakit, terluka, dan jatuh bangun dengan skateboard mereka sewaktu sedang beraksi.
"Tantangan itulah yang menarik karena membutuhkan strategi, keseimbangan tubuh, dan tidak sekadar gaya," kata Reza, yang juga mahasiswa diploma Universitas Sriwijaya.
Hal senada dikemukakan Endah, skaters dari PSI. "Keseleo atau cedera, luka-luka, patah kaki, atau tangan adalah hal yang biasa dalam bermain skateboard. Itu risiko yang harus ditanggung oleh setiap penggemar saat mengasah kemahiran," tutur Endah.
Menjadi sahabat
Bermain skateboard selain menantang adrenalin, juga memperluas pergaulan. Sebagian anggota klub mengaku bahwa hobi itu mempertemukan mereka yang semula tidak saling mengenal hingga akhirnya membentuk komunitas.
Kebersamaan, gaya hidup, dan rasa persaudaraan mempererat komunitas itu sampai saat mengikuti ajang kompetisi skaters di luar daerah. Para skaters kerap mengikuti ajang kompetisi secara bersama-sama, membawa nama pribadi maupun kelompok.
"Komunitas skateboard sudah menjadi sahabat," kata Reza.
Meski demikian, tidak dipungkiri, permainan skateboard masih didominasi oleh mereka yang berasal dari kalangan menengah ke atas. Mahalnya peralatan skateboard menjadi salah satu alasan olahraga itu belum merakyat.
Untuk memiliki sebuah papan skateboard kualitas standar, misalnya, skaters harus merogoh uang sampai Rp 1.500.000.
"Papan skateboard sering patah kalau digunakan untuk melompati rintangan. Akhirnya, beberapa kali terpaksa ganti papan," kata Endah, yang sudah ganti papan sampai tujuh kali.
Butuh tempat
Kendala utama yang dirasakan para skaters adalah tidak adanya tempat latihan atau skate park. Selama ini, kelompok tersebut hanya bermain di jalanan dan lahan-lahan kosong sehingga kerap membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Wahab, skaters lainnya, mengatakan, beberapa kali komunitas itu mencoba untuk mengajukan usul pembuatan skate park ke kalangan bisnis. Namun, usul itu belum mendapat respons yang positif.
"Kalangan pengusaha selalu menanyakan keuntungan finansial apa yang bisa mereka dapat jika membantu membuat skate park. Sedangkan, sulit mengajukan usul ke pemerintah," tutur Wahab.
Mereka berharap pemerintah atau kalangan bisnis tergerak untuk menyediakan sarana bagi skaters. Diharapkan, prestasi mereka dalam kompetisi skateboard terus meningkat. (lkt)
Back to top
Mohon maaf bagi yang belum di register acc membernya, maklum lagi libur lebaran...
moon maaf lahir dan batin deh
WWW
IP Logged
Off Line
yK The Dreammaker
Administrator
FS180.com Owner
Don't Fu*k with me
!!!
Posts: 5641
Re: Kompas
Reply #2 -
Oct 21
st
, 2007, 7:11pm
Jumat, 21 September 2007
Oh Jakarta, Skatepark, Please!!!
Di Jakarta, ibu kota Indonesia, praktis tak ada skatepark atau taman bermain khusus untuk skateboard. Di kota-kota besar lain, seperti Bali, Bandung, Bogor, dan Depok saja sudah punya skatepark.
"Jadi, sampai sekarang komunitas skateboard Jakarta ini benar- benar bawah tanah, underground. Komunitas kami dianggap ilegal dan sering diusir, pokoknya belum difasilitasi," kata Myrza yang aktif bermain skateboard di Taman Menteng.
Padahal, dari komunitas underground itu saja sudah banyak yang berprestasi di tingkat dunia. Puluhan atlet dari Jakarta telah menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. "Coba kalau kami ada fasilitas skatepark, pasti akan lebih berprestasi," gumam Myrza.
Salah satu pemain skateboard top di Indonesia, Reno Pratama (21), mengaku sedih karena Jakarta belum punya skatepark. "Harusnya Jakarta udah punya, pemerintah mohonlah dibikinkan prasarananya. Indonesia bagus banget lho citranya di luar negeri," katanya.
Dua tahun lalu, Reno pernah Juara II Asian Indoor Games Extreme Competition di Bangkok, Thailand. Awal tahun 2007 Reno kembali menyaber Juara II Vanskateboard Asian Competition di Singapura.
Di tingkat nasional, Reno kini Peringkat V setelah selama kurun waktu 2000-2006 menduduki Peringkat I. "Kita bisa bersaing kok dengan dunia internasional, skatepark itu benar-benar perlu untuk latihan," kata Reno.
Pemain skateboard Jakarta lainnya yang berprestasi yaitu Agung Hadi Broto (21). "Karena Jakarta enggak punya fasilitas skateboard, saya harus aktif mencari tempat sampai ke luar kota, saya sering main di Bogor. Kalau enggak gitu, kita akan ketinggalan," kata pemegang Peringkat IV nasional ini.
Dari kemauan nekat itu, Agung yang bersama-sama anak-anak skateboard terbiasa dianggap anak jalanan ini bisa ikut kompetisi internasional dan mendapat juara VI di Bangkok dua tahun lalu. November nanti, Agung juga akan ke Makao untuk mengikuti Asian Indoor Game.
"Kalau bisa, tolonglah di Jakarta ini difasilitasi punya skatepark. Saya benar-benar berharap kepada pemerintah maupun swasta yang ingin membangun fasilitas bermain seperti ini. Dari skateboard ini kita bisa mengharumkan nama Indonesia lho," kata Agung. Pleaseeee, Pak Gub!!! (AMR)
Back to top
Mohon maaf bagi yang belum di register acc membernya, maklum lagi libur lebaran...
moon maaf lahir dan batin deh
WWW
IP Logged
Off Line
BD
Senior Blood
Ride Until U DiE
Posts: 637
Re: Kompas
Reply #3 -
Dec 20
th
, 2007, 12:34am
Back to top
IP Logged
vani
Ex Member
Re: Kompas
Reply #4 -
Dec 23
rd
, 2007, 10:54am
KOMPAS
Jawa Barat
Sabtu, 27 Oktober 2007
Memacu Adrenalin di atas Papan
Sekelompok anak muda dengan gaya celana melorot dan topi miring memasuki halaman distribution store atau Distro 18th Park di Jalan LL RE Martadinata Nomor 18, Bandung, Kamis (25/10) malam. Para pemain skateboard, yang lebih dikenal dengan istilah skater atau rider, ini membawa ransel dan menenteng papan selancar.
Sebagian memeriksa papan selancarnya. Ada juga yang memperbaiki tali sepatu sembari memerhatikan beberapa skater yang lebih dulu menunjukkan kebolehannya.
Tanpa canggung mereka bergabung dengan skater lain melintasi track lompatan (ramp) dan landaian bergantian. Sesekali para skater bersorak kagum saat ada yang berhasil membuat gerakan-gerakan sulit, seperti ollie front side atau manuver di landaian. "Anjir, alus pisan euy!" teriak seorang skater melihat aksi temannya.
Bagi para skater, olahraga skateboard merupakan salah satu cara untuk menunjukkan identitas diri sekaligus gengsi. Olahraga yang digemari para remaja dan anak muda ini menjadi salah satu ukuran keberanian mereka. Tentu saja keberanian itu diimbangi dengan kematangan kemampuan secara teknis.
"Kalau hanya mengandalkan keberanian, bisa berbahaya karena olahraga ini amat berisiko,: kata Norman Genta (20), skater yang menjuarai kompetisi skateboarding yang diadakan Indonesian
Skateboarding Association (ISA) di Manado belum lama ini. ISA merupakan wadah bagi para skater.
Genta menceritakan, ia tertarik dengan skateboarding sejak tujuh tahun lalu. Awalnya hanya menikmati skateboarding dari video game, sejenis Tony Hawk's Pro Skater, yang menjadikan Tony-legenda hidup skater dunia-sebagai tokoh utama. Lambat laun ia mulai mencoba segala trik yang dilakukan Tony di dunia nyata. "Kalau adrenalin memuncak dan berhasil landing dengan bagus, rasanya puas. Apalagi kalau ada yang nyorakin," ujarnya bangga.
Dapat sponsor
Tidak percuma Genta menggeluti olahraga yang tergolong ekstrem ini. Sebagai salah satu skater amatir berbakat yang memenangi berbagai kompetisi skateboarding, dia mendapat dua sponsor, yakni Heaven dan Volcom, distro yang menyediakan berbagai peralatan skateboarding.
Para skater yang mampu membuat sponsor jatuh hati akan mendapat berbagai fasilitas bergengsi. "Setiap bulan saya mendapat uang jajan. Setiap kali ada produk baru, saya diberi gratis. Papan selancar berikut kebutuhan lain sebagai skater pun ditanggung sponsor," kata Genta.
Dangos (26), rekan Genta, menceritakan, meskipun jumlah uang jajan dan fasilitas lain tidak terlalu besar, cara mendapatkannya yang menjadi kebanggaan. Uang jajan yang didapatkan seorang skater dari sponsor tidak lebih dari Rp 800.000 per bulan. Padahal, kebutuhan mereka bisa mencapai jutaan rupiah sebulan.
Gengsi dan kebanggaan itulah yang memicu skater-skater pemula mengikuti jejak seniornya. "Kami yang masih muda-muda ini sejak dulu ngiri dengan para senior, terutama yang sudah melegenda," kata Dangos.
Olahraga yang memicu adrenalin ini telah mengalami metamorfosis menjadi gaya hidup. Seorang skater sejati dapat dengan mudah dikenali dari cara berpakaian hingga selera musiknya. Di Bandung mereka tidak sulit ditemukan, yaitu di antara deretan distro atau anggota band. Mereka biasanya memakai celana dalam boxer dibalut celana panjang gaya hypster, dipadu kaus oblong, dan topi miring khas penyanyi rap. "Gaya para skater ini terus berevolusi sesuai tren yang berlaku," kata Ketua Umum ISA Charlie Hobbies.
Akan tetapi, belakangan ini sulit dibedakan antara skater sejati dan penyuka gaya busana skater. Pakaian ala skater telah menjadi tren. Tidak sedikit toko ataupun distro yang menjual pakaian berikut atribut berbau skateboarding dengan harga terjangkau.
Skater yang sesungguhnya adalah mereka yang kerap latihan di arena khusus skateboarding. Tempat ini antara lain ada di 18th Park, Gedung Sekolah Tinggi Bahasa Asing, dan Buqit Skatepark di Gegerkalong, Bandung. Ada juga tempat-tempat yang digunakan latihan skateboarding secara temporer, seperti Lapangan Tegallega, Gedung Sate, dan beberapa bagian jalan raya.
Charlie mengatakan, jumlah skater di Kota Bandung mencapai 1.000 orang, terdiri dari skater pemula dan amatir. Skater pemula berusia 12-24 tahun, sementara amatir 19-30 tahun. "Sebagian besar skater adalah pemain band yang ingin menyalurkan emosi dan bakatnya. Skateboarding menjadi pilihan karena dianggap ekstrem dan independen," kata Charlie.
Skateboarding awalnya lahir di California, AS, pada era 1950-an. Olahraga ekstrem yang juga disebut pertunjukan seni ini mulai merambah Indonesia pada 1975-an. Tahun 1984-2000 masa kejayaan skateboarding. Saat itu banyak anak muda memainkan olahraga ini. "Setelah sepi, tahun 2002 kembali ramai sampai sekarang," kata Charlie.
Back to top
IP Logged
vani
Ex Member
Re: Kompas
Reply #5 -
Dec 23
rd
, 2007, 10:56am
Back to top
IP Logged
Off Line
yK The Dreammaker
Administrator
FS180.com Owner
Don't Fu*k with me
!!!
Posts: 5641
Re: Kompas
Reply #6 -
Dec 25
th
, 2007, 6:58am
hahahahah
nih vani masukin gara2 ada genta nya di interview yaaa
kakakakkkaa
Back to top
Mohon maaf bagi yang belum di register acc membernya, maklum lagi libur lebaran...
moon maaf lahir dan batin deh
WWW
IP Logged
vani
Ex Member
Re: Kompas
Reply #7 -
Dec 26
th
, 2007, 5:16pm
iya ih narsis yah gw!! males de ah!!
Back to top
IP Logged
Off Line
yK The Dreammaker
Administrator
FS180.com Owner
Don't Fu*k with me
!!!
Posts: 5641
Re: Kompas
Reply #8 -
Dec 27
th
, 2007, 8:59am
ngga apa2 habis masih related dgn topik sk8 koq
btw gue juga banyak nemu artikel ttg sk8 di kompas
ntar gue copy paste lagi deh di sini
lumayan buat nambah2 klipping koran hehehehe
Back to top
Mohon maaf bagi yang belum di register acc membernya, maklum lagi libur lebaran...
moon maaf lahir dan batin deh
WWW
IP Logged
Pages: 1
Send Topic
|
Print
Frontside180 Forum
›
Arsip Penting
›
News dari Media Lain ( tv, radio, majalah )
‹
Previous topic
|
Next topic
›
Forum Jump:
-----------------------------
Lounge
-----------------------------
- Sk8 Lounge
- Anything
- Frontside180 Office
- Quiz Berhadiah
-----------------------------
Event & Kompetisi
-----------------------------
- Kompetisi & Events 2010
- Kompetisi & Events 2009
- Kompetisi & Events 2008
- Kompetisi & Events 2007
- Testimoni
-----------------------------
Arsip Penting
-----------------------------
- Interview with Skater
- Skate Trick & Tips
- Database Komunitas Sk8 di Indonesia
- World Pro Skater Profile
- Skate Shop
- Skateboard Library
=> News dari Media Lain ( tv, radio, majalah )
-----------------------------
Hot Spot
-----------------------------
- Spot
- SkatePark
-----------------------------
Moment
-----------------------------
- Photo Photo Skateboarding
- Video Skateboarding
-----------------------------
Bursa Iklan
-----------------------------
- Skateboard Stuff
- Non Skateboard
-----------------------------
General Discussion
-----------------------------
- Music, Audio and Other Sounds
- Polling
- Art & Design
Frontside180 Forum
» Powered by
YaBB 2.1
!
YaBB
© 2000-2005. All Rights Reserved.